Kita dapat mengasihi anak dengan lebih efektif saat kita mengenali keunikan yang dimilikinya sebagai suatu pemberian Tuhan.
Demikian
pula, kita dapat mendidik anak dengan lebih efektif ketika kita
mempelajari cara terbaik untuk memanfaatkan keunikan-keunikan tersebut.Saat kita berusaha "memperbaiki" keunikan-keunikan pada diri anak kita, mereka akan menangkap pesan "AKU TIDAK BAIK-BAIK SAJA. ADA YANG SALAH DENGAN DIRIKU."
Jika anak kita berusia kurang dari lima tahun, ia percaya bahwa orang tuanya tidak mungkin salah. Sehingga, jika orang tua mengirimkan pesan bahwa anak itu perlu diperbaiki, pesan ini akan langsung masuk ke dalam diri anak dan secara dramatis mengubah keberhargaan dirinya.
Ironisnya, sering kali justru anak yang kita sangat inginkan dan usahakan untuk menjadi orang dewasa yang sebaik mungkin malah terhambat untuk menjadi seperti itu, karena kita tidak cukup peka terhadap kenyataan bahwa ia berbeda dari diri kita.
(Inspirasi: Jody Capehart)
Penulis adalah Direktur Golden Life Institute (Lembaga Pengembangan Karakter Anak dan Remaja) Center Serpong, Founder Sahabat Orang Tua dan Anak (Parenting & Children Development Consultant)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar